Entri Populer

Sabtu, 19 November 2011

Apa Kabar Indonesia Pagi - TvOne, 1 Oktober 2011














Satu perjuangan dalam mengkampanyekan ke pelosok negeri bahwa pelajaran Sains itu asyik dan menyenangkan sedikit demi sedikit mulai terlaksana. Mungkin tidak banyak yang tahu cikal bakal berdirinya atau lebih tepatnya berjalannya Sains Club yang saya buat. Well let me start to tell you, dimulai dari pengalaman masa kecil, dimana saudara laki-laki saya membuat sebuah alat intercom sederhana yang berasal dari radio, kawat bekas lampu neon, dan juga lempengan tembaga bekas. Hasil karyanya membantu saya dan juga teman-teman sekampung dalam berkomunikasi dari satu rumah ke rumah lainnya tanpa harus mengunjunginya. Well, percobaan yang mungkin bagi sebagian orang sangat sederhana tapi bagi saya kaya akan manfaat dan ilmu pengetahuan. Kakak saya mungkin hanya sekedar iseng untuk menyalurkan hobinya, tapi tanpa ia sadari, justeru pengalaman itu terpatri selamanya di dalam benak saya, hingga saya selalu ingin membuat hal-hal baru dalam hidup saya. Selama duduk di bangku SD, saya paling tidak suka dengan pelajaran Sains, alasannya sangat sederhana mungkin, saya malas mencatat. Yup, jaman saya duduk di bangku SD belum ada metode pembelajaran yang interaktif, belum ada media teknologi yang membantu tenaga pendidik dalam menyiapkan atau menyampaikan materi ajar, sehingga jalan satu-satunya adalah MENCATAT!!! Ada satu kejadian buruk yang sampai saat ini saya kenang, ketika salah satu guruku memberi tugas project membuat rangkaian listrik seri dan pararel. Saya masih ingat, ada sekitar 11 atau mungkin lebih siswa termasuk saya yang dihukum berlutut karena tidak membuat percobaan tersebut. Berbagai alasan muncul saat itu, alasan terbanyak yaitu bukan karena kami malas atau lupa membuatnya tapi dikarenakan kami tidak mampu membeli alat-alat tersebut. Tanpa disadari, pengalaman ini membantu saya dalam mendidik dan mengajar, serta memberi satu pelajaran penting yaitu berikan semangat cinta kasih dalam mengajar dan jangan pernah ada lagi siswa yang dihukum karena tidak mampu membeli alat percobaan dan saya selalu mengusahakan untuk mencari dan menyediakan alat-alat percobaan yang akan saya buat dan demonstrasikan di depan siswa-siswi saya. Saya mulai menyukai Sains ketika duduk di bangku kuliah PGSD Sanata Dharma, Yogyakarta. Salah satu dosen Pendidikan Fisika Bapak Sinardi, menceritakan pengalamannya ketika mengajar di Amerika Serikat, sebuah kisah sederhana tapi berhasil menanamkan rasa ketertarikanku pada Sains. Selama kuliah, beliau selalu menerangkan yang diikuti dengan sedikit demonstrasi alat-alat percobaan yang beliau buat sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar