Entri Populer

Kamis, 25 November 2010

Pabrik Kimia Mini / Menguji Racun Arsenik dalam Sebatang Rokok.

PABRIK KIMIA MINI / MENGUJI RACUN ARSENIK YANG TERKANDUNG DI DALAM SEBATANG ROKOK
SD KUNTUM CEMERLANG BANDUNG
Alat dan Bahan :
1.      1 buah stoples plastik bening
2.      1 bungkus rokok
3.      Suntikan ukuran 50 ml
4.      Korek api
5.      Selang plastik
6.      Kapas putih
7.      Benang
8.      Air secukupnya
9. Molibdat
10. Asam Askorbat ( Jeruk Lemon )
11. Tabung Erlenmeier
12. Tabung Pembakar
13. Spritus
Cara Kerja :
1.      Lubangi stoples dengan menggunakan paku yang dipanasi. Usahakan diameter lubang di stoples sama dengan diameter batang rokok.
2.      Lubangi pula stoples pada bagian yang sampingnya! ( lubang yang ini digunakan untuk meletakkan selang )
3.      Kemudian, letakkan sebatang rokok pada lubang tersebut dan lubang yang satunya dipasangi selang yang telah disambungkan pada suntikan.
4.      Ikatlah selembar kapas putih dengan benang, kemudian tempel pada tutup stoples dan biarkan menggantung di dalam stoples.
5.      Isi stoples dengan air bening, kira-kira ¼ gelas.
6.      Nyalakan rokok tersebut !
7.      Sedotlah asap rokok dengan menggunakan suntikan! Lakukan terus menerus, sampai asap rokok mengisi penuh dalam stoples tersebut. Perhatikan dengan seksama apa yang terjadi pada kapas putih dan air bening tersebut!
8. Setelah asap rokok terkumpul semua  pada stoples tersebut, masukkan air asap tersebut ke dalam tabung reaksi.
9. Teteskan cairan molibdat dan tetesan air jeruk lemon yang mengandung asam askorbat ke dalam tabung reaksi.
10. Lihat perubahan warna yang terjadi pada air yang terdapat di dalam tabung reaksi! Air yang berwarna kuning akan berubah warna menjadi biru, hal ini membuktikan racun arsenik yang terkandung di dalam rokok.
Kesimpulan :
Setelah suntikan menyedot asap dari rokok masuk ke dalam stoples, maka stoplespun penuh dengan asap rokok, biarkan kurang lebih 20 menit, setelah itu bukalah stoples dan perhatikan apa yang terjadi pada kapas dan air bening. Kapas putih akan berubah menjadi kuning dan air beningpun demikian. Hal ini membuktikan bahwa rokok tersebut mengandung nikotin yaitu sejenis pestisida. Kapas putih yang digantung di dalam stoples tersebut kita ibaratkan adalah organ pernafasan kita yaitu paru-paru. Racun arsenik merupakan racun yang sangat berbahaya dan dapat membunuh manusia. Aktivis HAM, Munir, SH, tewas setelah diracuni dengan arsenik. Salah satu sifat racun arsenik adalah berasa walaupun di campurkan di dalam makanan. Coba kita bayangkan, kalau setiap saat, setiap hari kita menghirup asap rokok atau asap kendaraan bermotor, maka paru-paru kita yang semulanya bersih, maka lambat laun akan tercemar / terpolusi oleh zat-zat kimia dan ini sangat tidak sehat bagi alat pernafasan kita, terutama paru-paru, karena dapat menjadi pemicu kanker dan penyakit berbahaya lainnya.
Pada percobaan diatas, membuktikan bahwa dalam sebatang rokok terkandung sekitar 3.800 zat kimia. Sekitar 40 zat kimia  beracun yang berbahaya bagi tubuh manusia, diantaranya termasuk senyawa racun dan karsinogen atau pemicu kanker. Saat ini di Indonesia, berdasarkan data dari Global Youth Tobacco Survey mengatakan bahwa 3 dari 10 anak di bawah usia 10 tahun sudah mulai mencoba mengisap rokok, terutama anak putar, dan angka ini naik sekitar 4 % setiap tahunnya.*
Kandungan Racun dalam Sebatang Rokok ( dalam microgram ) :
Racun :
a.       Timbal ( bahan tambahan bensin ) sebanyak 6 microgram
b.      Kadmiun ( bahan aki mobil ) sebanyak 10 microgram
c.       Kromium ( senyawa organic ) sebanyak 7 microgram
d.      Hidrogen Sianida ( Racun untuk hukuman mati ) sebanyak 14 microgram
e.       Metil Etil Keton ( pelarut karet sintetis ) sebanyak 23 microgram
f.        Formalin ( balsam pengawet mayat ) sebanyak 54 microgram
g.       Fenol ( antiseptic untuk pembedahan ) sebanyak 44 microgram
h.       Benzena ( campuran bahan bakar motor ) sebanyak 63 microgram
i.         Nikotin ( pestisida ) sebanyak 678 microgram
j.        Tar ( bahan pengeras jalan ) sebanyak 3.128 microgram
k.      Karbon Dioksida ( gas buang dari knalpot ) sebanyak 5.606 microgram

 
                                  Diliput " Harian Pikiran Rakyat " thn 2007

                            Diliput Harian " Seputar Indonesia " thn 2008
 Zat-zat lainnya :
  • Amoniak ( pembersih lantai )
  • Arsenik ( racun semut, racun ini yang digunakan untuk membunuh tokoh perjuangan hak asasi manusia yaitu Munir, SH )
  • Aseton ( penghapus cat )
  • Asam Sulfurik ( bahan pupuk dan peledak )
  • Butana ( bahan bakar korek api )
  • Metanol ( Bahan bakar roket )
  • Naptalen ( Kapur barus )
  • Polonium ( unsure radioaktif )
  • Toluena ( pelarus industri )
  • Vinil Klorida ( bahan plastic PVC )
  • DDT ( insektisida yang terlarang )
  • SHELLAC ( bahan penkilap kayu )
Asap rokok juga merupakan asap yang panas dan mengandung gas karbon monoksida yaitu gas yang dihasilkan dari sisa pembakaran kendaran bermotor yang beracun.
Hemoglobin dalam sel darah merah kita lebih mudah mengikat karbon monoksida daripada oksigen. Padahal tubuh kita harus banyak menyerap oksigen untuk pembakaran sari-sari makanan dan mengubahnya menjadi tenaga / energi untuk kita kembali beraktifitas. Kalau terlalu banyak menyerap karbon monoksida, maka di dalam tubuh kita akan banyak terendap racun yang dapat memicu penyakit kanker.
Christian Adi Wibowo Pale
Science  Teacher

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar